Contoh Desain Program
Desain Program Praktek jurusan
A.
Nama Program
Program Peningkatan Minat Baca
Untuk Penguna Layanan Motor
Pintar di Rumah Pintar “Pijoengan”.
B.
Latar Belakang
Membaca merupakan kegiatan yang
sangat penting bagi manusia. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa wajib
gemar membaca dan belajar agar kelak menjadi orang yang berpengetahuan. Saat
ini minat membaca di DIY masih rendah yaitu hanya 0,18. . Angka ini bila
dibandingkan dengan negara-negara maju, sangat terpaut jauh. Sebab, ratarata
indeks baca di negara tersebut antara 0,45–0,62. Dengan jumlah penduduk yang
besar, Indonesia menduduki peringkat ketiga dari bawah sedunia berdasar indeks
baca negara-negara lainnya. Masyarakat Indonesia cenderung lebih suka menonton
daripada membaca.
Perpustakaan Nasional menyatakan minat atau budaya
membaca buku di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil
atau desa-desa hingga saat ini masih rendah atau kurang menggembirakan. UNESCO
pada 2012 mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya
dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca.
Sedangkan UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5
persen, sementara Malaysia sudah mencapai 86,4 persen.(Republika,2013).
Motor pintar
merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan
masyarakat berpengetahuan dan sejahtera. Motor pintar yang merupakan
program dari SIKIB (Solidaritas Istri
Indonesia Bersatu) untuk melayani pendidikan di daerah-daerah yang sulit di
akses dengan mobil. Program ini adalah model jemput bola artinya mendatangi
warga belajar bukan warga belajar yang mendatangi seperti di perpustakaan.
Dengan berbagai data tentang kegemaran membaca masyarakat di Indonesia yang
sangat dan dengan adanya program motor pintar maka seharusnya dapat
meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia. Berdasarkan pencarian data
yang dilakukan penyusun di rumah pintar “pijoengan” yang menyelengarakan
program motor pintar di desa srimartani masih banyak kendala dalam
penyelengaraan motor pintar. Berbagai
masalah yaitu dana operasional,kegiatan yang kurang menarik,
Berdasarkan data
dan pendapat diatas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa minat baca masyarakat
Indonesia rendah dan perlu langkah-langkah untuk membuat seseorang untuk
termotivasi untuk membaca. Oleh karena itu program yang akan dilaksanakan di
motor pintar adalah program sederhana akan tetapi berdampak yang sangat besar
bagi sasaran program. Program yang akan dijalankan adalah Peningkatan minat baca
pebgguna layanan motor pintar di rumah pintar “pijoengan”. Diharapkan dengan
program ini dapat menjadikan masyarakat menjadi gemar membaca.
C.
Permasalahan
1. Waktu
belajar yang tidak tentu
2. Rumah
WB yang agak jauh dari RUMPIN
3. Kondisi
geografis sasaran yang cukup ekstrim
4. Warga
belajar sasaran adalah anak-anak yang banyak mengahabiskan waktunya untuk
bermain.
5. Kreativitas
anak belum di eksplor secara maksimal.
D.
Tujuan
1. Meningkatkan
minat baca
2. Mengembangkan
ketrampilan WB
3. Menyalurkan
potensi warga belajar kearah hal yang positif
4. Berkreasi
lewat sumber belajar buku
E.
Waktu dan Tempat
Waktu:
Setiap Kamis sore jam 15.00-17.00
Tempat:
Aula masjid dusun petir.
F.
Sasaran
Warga
belajar Rumah Pintar Piyungan Di dusun Petir
G.
Pokok Materi
1. Pendampingan
Motor Pintar
2. Pentingnya
Membaca Buku (Film)
3. Motivasi/
permainan dari membaca buku (Film/Outbound)
4. Praktek
Buku “Melukis Dengan Sedotan” untuk Anak SD
H.
Metode
1. Ceramah
2. Tanya
Jawab
3. Praktek
4. Pendampingan
I.
Media yang digunakan
1. Lisan
2. Papan
Tulis
3. VCD
J.
Sarana dan Prasarana
1. Ruang
belajar/Tempat belajar
2. Meja
3. Kursi
4. Alat
tulis
5. Komputer
6. Motor
pintar
7. Buku
8. Film
9. Sedotan
10. Cat
poster bewarna terang
11. Kertas
licin dan halus
K.
Hasil yang diharapkan
1. WB
dapat tertarik untuk membaca buku.
2. WB
menjadikan membaca sebagai hobi.
3. WB
dapat menghasilkan karya dengan mempraktekan apa yang sudah ada di buku.
Komentar
Posting Komentar