Tips Tidak Terkena Hoaks di Media Sosial

Karanganyar (17 Maret 2019)


Akhir-akhir ini media sosial berkembang begitu pesat. Media sosial tidak hanya sebagai ajang pamer atau menyampaikan informasi saja. Media sosial sekarang sudah menjadi pekerjaan. Menurut berbagai data yang saya baca, orang Indonesia menggunakan waktunya selama berjam-jam untuk melihat media sosial.

Disini saya mengartikan media sosial sebagai media daring yang digunakan untuk melakukan pergaulan di dunia maya. Media sosial bisa berupa chat ataupun layanan pertemanan seperti Facebook.

Penulis mengenal media sosial tahun 2009 saat masih berstatus pelajar. Tujuan awal media sosial sih memang bagus untuk mendekatkan antara teman dan berteman.

Namun, dalam perkembangannya banyak kejahatan pula akibat media sosial. Kejahatan di media sosial inila yang harus segera diantisipasi. Contoh yang mutakhir adalah penembakan di Selandia Baru.

Pelaku melakukan live streaming di Facebook. Adegan pembunuhan dengan keji harusnya dapat dilarang di media sosial. Namun, ini adalah peringatan untuk kita semua untuk berhati-hati dalam menggunakan sosial media.

Seperti judul di atas kita akan membahas beberapa tisp agar tidak terkena hoaks di media sosial. Ada beberapa hal yang perlu di pahami oleh pengguna media sosial agar tidak terkena hoaks.

Berikut tips agar tak terkena hoaks di media sosial.

1. Sumbernya harus terpercaya

Sumber informasi sangat penting dalam mengenali hoaks. Sumber bisa dari media kredibel dan orang yang benar-benar mengetahui suatu peristiwa. Pertama sebelum percaya pada suatu berita perhatikan sumbernya. Sumber dari media mainstream seperti Kompas.com, Detik.com sangat diutamakan. Cari link yang mmeberitakan berita dalam artikel yang dishare di sosial media. Jika hanya media abal-abal kamu patut curiga karena tidak semua website berita terdaftar di Dewan Pers.

2. Perhatikan bahasa dan penulisannya

Hoaks biasanya mengandung unsur kebencian dan menyerang seseorang. Hal itu berbeda dengan berita yang berkonsep 5W+1H. Perhatikan hal tersebut. Jika ada artikel ataupun video menyerang sesorang tanpa bukti yang jelas maka patut dicurigai itu hoaks. Perhatikan juga tokoh yang menyampaikannya. Kadang seseorang memang tidak sejalan dengan yang lain.

Bahasa dan cara penulisan hoaks biasanya sangat terlihat. Selain menggunakan bahasa yang kasar. Kadang penulis hoaks juga menggunakan data-data yang tidak akurat untuk membenarkan pendapatnya. Jadi hati-hati dan selalu waspada. Semoga kita terlindung dari fitnah hoaks.

NB:

BILA INGIN MENGUTIP TOLONG SERTAKAN SUMBER


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chord Gitar Untuk Apa - Hindia, Dan Kau Selalu Bertanya untuk apa?

Literasi Keuangan Syariah untuk Kuasai Ekonomi Digital di Indonesia

Dampak Sosial Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)